Iseng jualan lewat medsos, ibu rumah tangga di Boyolali raup ratusan juta dari barang bekas
Awalnya hanya iseng iseng mencoba jual barang bekas melalui media sosial, namun justru bisa menjadi kegiatan usaha yang dapat mendatangkan omset ratusan juta.

Elshinta.com - Awalnya hanya iseng iseng mencoba jual barang bekas melalui media sosial, namun justru bisa menjadi kegiatan usaha yang dapat mendatangkan omset ratusan juta. Seperti dialami Rahma Wati (31), seorang ibu rumah tangga di Desa Tegal Giri, Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.
Rahma Wati mencoba memanfaatkan media sosial untuk menjual gamelan bekas miliknya yang sebelumnya digunakan untuk mendalang wayang kulit oleh suaminya. Gamelan bekas tersebut dijual karena sudah lama tidak lagi digunakan untuk mendalang akibat pandemi Covid-19.
"Saya menggeluti usaha kerajinan dan jual beli gamelan sejak dilanda Pandemi. Ide bisnis tersebut kita jalankan karena suami tak lagi ada pemasukan. Saat itu suami tidak dapat job mendalang wayang kulit. Lalu gamelannya saya tawarkan melalui media sosial dan ditawar orang. Tak disangka gamelan itu laku dan dapat mencukupi kebutuhan hidup," kata Rahma Wati, seperti dilaporkan Kontribuor Elshinta, Sarwoto, Kamis (13/6).
Berawal dari menjual gamelan bekas miliknya itu, Rahma Wati banyak dihubungi teman-temannya yang akan menjual gamelan bekas. Lalu oleh Rahma Wati gamelan milik teman-temannya tersebut dibeli, diservis lalu dijual.
Dengan bisnis yang berawal coba-coba tersebut, akhirnya Rahma Wati dikenal banyak orang dan mendapat banyak tawaran untuk membeli gamelan. Pangsa pasar gamelan tersebut merata di wilayah Indonesia dan juga di mancanegara.
"Harga gamelan mulai Rp50 juga Rp500 juta, tergantung bahan dasarnya. Kalau bahan baku gamelan ada dari perunggu, besi dan bahan Kuningan. Kalau dari bahan perunggu harganya sekitar Rp200 juta hingga Rp400 juta. Kalo bahan besi harga Rp50 juta sampai Rp80 juta dan bahan Kuningan harga Rp100 juta hingga Rp200 juta," ungkap Rahma Wati.